Showing posts with label Admob. Show all posts
Showing posts with label Admob. Show all posts

Friday, January 10, 2020

Aplikasi Hamilton yang dibuat dalam 3 bulan dengan Flutter meraih lebih dari 1 juta penginstalan [Video]

Aslinya diposting pada Flutter Medium oleh Martin Aguinis


Hamilton dan Posse, agensi desain dan pengembangan di New York, hanya membutuhkan tiga bulan untuk mengembangkan dan meluncurkan aplikasi seluler bagi acara Broadway yang sedang hit. Bagaimana mereka melakukannya? Menggunakan Flutter, framework UI seluler Google yang baru.

Menjangkau jutaan pengguna — dengan setengah juta pengguna aktif bulanan yang luar biasa dan dipublikasikan di App Store dan Google Play— aplikasi memungkinkan penggemar memasukkan lotre tiket, membeli merchandise, bermain trivia, berfoto selfie dengan #HamCam, membaca berita dan interviu terupdate, dan banyak lagi.

Tonton studi kasus video ini untuk melihat bagaimana Flutter terus membantu aplikasi seperti Hamilton agar berhasil di iOS dan Android. Anda bisa membaca detail selengkapnya tentang pengembangan aplikasi ini pada entri blog Posse.

Flutter gratis dan open source. Mulai sekarang di flutter.io. Kami tak sabar ingin segera melihat kreasi Anda!

//developers-id.googleblog.com/2018/04/video-aplikasi-hamilton-yang-dibuat.html

Thursday, October 17, 2019

Di Android Google I/O 2019



Google I/O 2019
Salah satu hal paling menakjubkan tentang Google I/O adalah livestream/video dari acara ini. Sangat menyenangkan jika Anda bisa hadir langsung di acara ini, terutama karena kami dapat berbicara dengan Anda untuk mengetahui masalah atau pertanyaan yang Anda miliki. Tetapi tidak semua orang bisa mendapatkan tiket, bepergian, atau meninggalkan pekerjaan coding mereka. Jadi kami menyiarkan streaming langsung hampir semua konten dan memublikasikan rekaman semua sesi teknis untuk memastikan bahwa semua orang di mana saja bisa melihat presentasi dan mendapatkan highlight konferensi dan kondisi Android terkini.

Dalam beberapa tahun terakhir, tim produksi telah melakukan tugasnya dengan sangat baik sehingga video dapat langsung diposting segera setelah pembicaraan selesai. Dalam waktu dekat, mereka akan memposting rekaman lebih cepat dari presentasi yang sebenarnya, sehingga akan sangat membantu pembicara.

Namun masalah yang saya temukan dengan banyak konten video adalah... ada begitu banyak konten video. Jika saya tidak tahu persis apa yang saya cari di berbagai playlist YouTube, ini akan memakan waktu cukup lama untuk ditemukan, atau saya mungkin menyerah dan kembali menonton video kucing. (Mereka sangat imut, benar kan?)

Jadi saya pikir tahun ini saya akan mencoba mengelola playlist untuk developer Android, untuk mencoba mengategorikan apa yang kami sampaikan di konferensi untuk membantu Anda menemukan hal-hal yang mungkin ingin Anda tonton, dan menautkan konten terkait lainnya jika diperlukan. Mungkin saya terlambat masuk ke permainan ini, dengan I/O sudah dua bulan berlalu, tetapi mudah-mudahan hal ini masih berguna bagi penunda (atau bahkan penunda amatir) di antara Anda yang belum sempat menonton I/O.

Jika memang membantu, kita bisa mencoba melakukan ini di masa mendatang. Jika tidak, mungkin saya akan terus membuat playlist untuk hiburan saja; lagi pula, saya akan mengelola semua daftar video, lebih baik saya juga mengetahui di mana tempat menonton yang asyik sambil makan popcorn di masa mendatang.

Jadi inilah dia, Playlist Android I/O 2019 saya, sudah dikategorikan. Beberapa sesi muncul beberapa kali, karena kontennya tumpang tindih dengan kategori lain atau saya tidak bisa memutuskan. Beberapa sesi memiliki keterangan ketika saya merasa hal itu dibutuhkan, tetapi sebagian besar sesi sudah memiliki judul yang jelas.

Playlist
  • Semua Sesi Google I/O 2019Bagi developer yang bukan hanya membahas tentang Android
  • Android & Play di Google I/O 2019Semua sesi Android

Keynote
  • Google Keynote
  • Secara internal, kami menyebutnya Consumer Keynote
  • Developer Keynote
  • Highlight developer untuk Android… dan yang lainnya

Ringkasan
Biasanya, Anda menginginkan detail teknis dan lebih mendalam, tetapi sesi ringkasan membantu menjelaskan Gambaran Umum tentang apa yang terjadi, dan ke mana harus mencari kepingan-kepingan terperinci itu.

  • What’s New in AndroidSaya coba untuk tidak melewatkan yang satu ini, terutama karena pembicara bersama ini akan sangat marah jika saya melakukannya.
  • Kami mencoba memberikan gambaran yang sangat luas tentang sebagian besar hal yang harus diperhatikan developer dalam platform dan library Jetpack, lengkap dengan link ke pembicaraan terkait dan sumber daya lainnya.
  • What’s New in Android Development Tools
  • Ada banyak sesi Fitur (di bawah), tetapi sesi ini memberikan ringkasan luas tentang fitur-fitur baru.
  • What’s New in Google Play
  • Berbagai perubahan kebijakan dan fitur distribusi, seperti update dalam aplikasi.
lihat selengkapnya di sini https://developers-id.googleblog.com/2019/07/sekarang-di-android.html

Wednesday, October 16, 2019

Yang Baru di Android Q Untuk Teks

Ditulis oleh Florina Muntenescu, Android Developer Advocate

Menampilkan teks adalah tugas penting dalam sebagian besar aplikasi, jadi di Android Q kami terus menghadirkan fitur baru untuk meningkatkan kinerja dan mendukung kebutuhan Anda. Kami secara default menonaktifkan hyphenation, yang memungkinkan pembuatan jenis huruf menggunakan beberapa font atau jenis font, menampilkan daftar font yang terinstal pada perangkat, dan meningkatkan beberapa API penataan gaya teks yang paling sering digunakan.

Hyphenation secara default dinonaktifkan di Android Q dan AppCompat v1.1.0
Pengujian kinerja kami menunjukkan bahwa ketika hyphenation diaktifkan, 70% dari waktu yang dipakai untuk mengukur teks adalah pemrosesan hyphenation.



Hyphenation membutuhkan waktu hingga 70% untuk mengukur teks
Mengingat bahwa hyphenation sering kali tidak dibutuhkan untuk semua TextViews dalam aplikasi, dan karena dampaknya pada kinerja, kami memutuskan untuk menonaktifkan hyphenation secara default di Android Q dan AppCompat v1.1.0. Jika Anda ingin menggunakan hyphenation, Anda harus mengaktifkannya secara manual di aplikasi dengan menyetel frekuensi hyphenation ke normal. Anda bisa menyetelnya dengan beberapa cara:

Sebagai atribut TextAppearance dalam styles.xml:
<style name="MyTextAppearance" parent="TextAppearance.AppCompat">
    <item name="android:hyphenationFrequency">normal</item>
</style>
Sebagai atribut TextView:
<TextView android:hyphenationFrequency="normal" />
Langsung dalam kode:
textView.hyphenationFrequency = Layout.HYPHENATION_FREQUENCY_NORMAL
Cari tahu selengkapnya tentang cara kerja hyphenation dari pembahasan di Android Dev Summit 2018.

Menggunakan beberapa font khusus dalam TextView yang sama
Pertimbangkan tombol yang memadukan font khusus (Lato dalam contoh ini) dengan font ikon:



Tombol dengan ikon dan font Latin
Class Button hanya menerima satu instance jenis huruf yang akan ditetapkan pada teks. Pra-Android Q, Anda bisa membuat Typeface menggunakan satu jenis font. Android Q memungkinkan pembuatan jenis huruf dari beberapa jenis font dengan API baru, Typeface.CustomFallbackBuilder, yang memungkinkan penambahan hingga 64 jenis font per jenis huruf.

Contoh font ikon kami bisa diimplementasikan seperti ini:
button.typeface = Typeface.CustomFallbackBuilder(
    // add the Latin font
    FontFamily.Builder(
        Font.Builder(assets, "lato.ttf").build()
    ).build()
).addCustomFallback(
    // add the icon font
    FontFamily.Builder(
        Font.Builder(assets, "icon_font.ttf").build()
    ).build()
).build()
Saat membuat jenis font, pastikan Anda tidak memasukkan font dari jenis yang berbeda ke dalam objek jenis font yang sama atau model font yang sama ke dalam jenis font yang sama. Misalnya, memasukkan Lato, Kosugi, dan Material ke dalam jenis font yang sama akan menciptakan konfigurasi yang tidak valid, seperti halnya memasukkan dua font bold ke dalam jenis font yang sama.
Untuk menetapkan jenis font umum (serif, sans-serif, atau monospace) agar digunakan ketika teks dirender menggunakan font sistem, gunakan metode setSystemFallback() untuk menyetel font pengganti sistem:
Typeface.CustomFallbackBuilder(
    FontFamily.Builder(
       ...
    ).build()
).setSystemFallback("sans-serif")
.build() 

lihat sumber lengkap nya di https://developers-id.googleblog.com/2019/08/yang-baru-untuk-teks-di-android-q.html

Monday, July 15, 2019

Celestine Wenardy satu-satunya siswa dari Indonesia yang berhasil menjadi 20 besar Google Science Fair 2019



Celestine Wenardy (16 tahun) akan terbang ke San Fransisco pada bulan Juli mendatang untuk bersaing dengan 19 finalis Google Science Fair 2019 lainnya dan mempresentasikan proyeknya yang berjudul “Affordable Noninvasive Continuous Blood Glucose Concentration Monitoring via Interferometry and Thermal Technology”. Celestine akan bersaing dengan siswa berbakat dari 13 negara lain memperebutkan satu hadiah utama yaitu beasiswa pendidikan dari Google.org sebesar 50,000 USD atau kesempatan menjadi 1 dari 4 penerima beasiswa pendidikan sebesar 15,000 USD dari Lego Foundation, Virgin Galactic, Scientific America, dan National Geographic.

Menjadi satu-satunya finalis dari Indonesia di ajang Google Science Fair 2019, Celestine mengembangkan sebuah alat glukometer yang dapat mengukur konsentrasi kadar gula dalam darah tanpa harus melakukan pengambilan sampel darah. Glukometer ini bisa dibilang sangat akurat, mencapai koefisien determinasi 0,843 dengan harga sekitar $63. Lebih murah dibandingkan dengan glukometer invasif yang tersedia di pasar yang dapat mencapai $1.000.

Alat yang dikembangkan Celestine ini diharapkan dapat menjawab beberapa kendala isu diabetes yang ada di Indonesia karena diklaim lebih murah dari harga glukometer yang ada di pasaran, mudah untuk digunakan, dan dapat digunakan tanpa melakukan pengambilan sampel darah. Metode interferometri dan teknologi termal yang digunakan Celestine dalam pengukuran konsentrasi glukosa darah yang Ia kembangkan menjadi penting karena menyadari fakta bahwa tidak sedikit masyarakat Indonesia, khususnya di pedalaman, yang masih segan dengan jarum suntik. Metode ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat luas dalam mencegah atau mengobati penyakit yang dapat dideteksi melalui darah.


Jika berhasil dikembangkan dengan baik, alat glukometer ini diharapkan dapat menurunkan angka kasus diabetes (berdasarkan data WHO tahun 2017 mencapai 10 juta kasus), menekan angka kasus diabetes yang tidak terdeteksi (berdasarkan data WHO tahun 2017 lebih dari 70%), dan memangkas kerugian akibat diabetes (diperkirakan sekitar 200 juta tiap tahun).


Celestine merupakan satu dari sekian banyak talenta berbakat Indonesia yang memberikan kontribusi positif melalui sains dan teknologi untuk membantu menyelesaikan tantangan dunia. Celestine mengakui bahwa sebagai generasi millennials yang tumbuh di tengah-tengah perkembangan teknologi, Ia merasa beruntung karena dapat mengeksplorasi minat dan bakatnya di bidang sains dan kemanusiaan lebih luas lagi. Untuk itu, Ia mengajak seluruh anak muda untuk memanfaatkan sumber yang ada untuk membuat perubahan dan membantu sesama.

Selamat kepada Celestine dan mari beri dukungan agar dapat bersaing dengan top 20 finalis Google Science Fair 2019 lainnya.

https:// indonesia.googleblog com/2019/05/celestine-wenardy-satu-satunya-siswa 

Kini Pengguna Dapat Lebih Mengontrol Konten di Halaman Beranda dan Video Berikutnya

Bagi kami, menghubungkan pengguna ke konten yang mereka sukai adalah hal penting. Kami ingin membantu pengguna menemukan passion dan minat baru, seperti menemukan artis favorit baru, kreator baru yang dapat mereka ikuti channelnya, atau bahkan sekadar mencari resep masakan yang enak. Namun, tetap saja Andalah yang paling tahu jenis konten yang benar-benar ingin Anda tonton. Salah satu masukan yang sering kami terima dari pengguna adalah: mereka ingin bisa lebih mengontrol video yang muncul di halaman Beranda dan saran Video Berikutnya. Oleh karena itu, kami sekarang ingin memberikan kendali lebih kepada Anda. Berikut ini adalah tiga perubahan spesifik yang akan kami luncurkan dalam beberapa hari mendatang:

1. Eksplorasi topik dan video terkait di halaman Beranda dan Video berikutnya: Sekarang Anda dapat mengeksplorasi topik dan video terkait dengan lebih mudah. Misalnya video membuat roti, episode terbaru dari acara malam favorit Anda, atau genre musik favorit Anda, serta melihat lebih banyak konten lainnya yang Anda sukai di YouTube. Pilihan video yang Anda lihat didasarkan oleh saran yang telah Anda sesuaikan sendiri, supaya Anda bisa lebih cepat menemukan video yang dicari. Saran-saran tersebut bisa berupa video yang berkaitan dengan video yang sedang Anda tonton, video yang dipublikasikan oleh channel yang sedang Anda tonton, atau topik lainnya yang mungkin menarik minat Anda. Fitur baru ini dapat diakses di halaman beranda ketika Anda men-scroll layar ke atas, atau di bagian Video berikutnya saat Anda sedang menjelajahi video. Untuk saat ini fitur hanya tersedia bagi para pengguna login dalam bahasa Inggris di aplikasi YouTube untuk Android, dan akan tersedia untuk iOS, desktop, dan bahasa-bahasa lainnya dalam waktu dekat.


Eksplorasi topik di halaman Beranda


Eksplorasi topik di Video berikutnya

2. Hapus saran konten dari channel yang tidak ingin Anda tonton: Walaupun kami sudah sangat berupaya untuk menyarankan video yang mungkin dapat Anda nikmati, saran yang kami berikan mungkin saja tidak sesuai harapan. Oleh sebab itu, sekarang kami akan memberikan kontrol lebih banyak kepada Anda. Kami telah menyederhanakan proses jika Anda ingin berhenti melihat saran video dari suatu channel. Cukup ketuk menu tiga titik di sebelah video yang muncul di halaman Beranda atau Video berikutnya, kemudian ketuk “Jangan rekomendasikan channel”. Setelah itu, Anda akan berhenti menerima saran/rekomendasi video dari channel tersebut. Namun Anda masih bisa melihat video itu jika Anda subscribe ke channelnya, menelusuri video tersebut, atau mengunjungi halaman channel atau di tab Trending. Fitur ini telah diluncurkan secara global pada hari ini di aplikasi YouTube untuk Android dan iOS, dan akan tersedia untuk versi desktop dalam waktu dekat.


Menghapus saran dari channel

3. Pelajari lebih lanjut mengapa suatu video disarankan kepada Anda: Terkadang kami merekomendasikan video dari channel-channel yang belum pernah Anda tonton, berdasarkan video yang disukai dan telah ditonton oleh pengguna yang memiliki minat serupa dengan Anda. Ketika kami memberikan saran video berdasarkan hal tersebut, sekarang Anda akan melihat lebih banyak informasi dalam kotak kecil yang muncul di bawah video. Fungsi dari informasi ini adalah untuk menjelaskan mengapa video muncul di halaman beranda Anda, serta untuk memudahkan Anda menemukan video dari channel yang mungkin Anda sukai. Fitur baru ini telah diluncurkan secara global pada hari ini di aplikasi YouTube untuk iOS dan akan tersedia untuk Android serta desktop dalam waktu dekat.


Alasan mengapa Anda mungkin menyukai suatu video

Kami harap fitur-fitur baru ini dapat membantu Anda menjelajahi beragam konten yang luar biasa banyaknya di YouTube, serta memudahkan Anda menemukan berbagai video menarik untuk ditonton. Kami tunggu saran dan masukan Anda mengenai fitur-fitur baru ini.

https:// indonesia.googleblog com/2019/06/kini-pengguna-dapat-lebih-mengontrol_27 

Wednesday, June 26, 2019

Hadir Kembali Google Developers Kejar 2019 untuk Mencetak Android Developer di Indonesia



Google Developers Kejar 2019 merupakan salah satu inisiatif Google Developers untuk mencetak developer 

Android di Indonesia. 

Kami ingin mengasah kemampuan developer Indonesia dalam mengembangkan aplikasi Mobile Android Native dengan menggunakan standar Google dan Industri IT global.

Di tahun 2018, lebih dari 2.000 mobile dan web developer telah mendapatkan pelatihan bahasa pemrograman Kotlin Android dan Mobile Web. Google Developers Kejar (GDK) tahun ini merupakan lanjutan dari kesuksesan GDK sebelumnya.

Pada GDK 2019 ini, fokus kami adalah memberikan pelatihan pengembangan aplikasi Android berbasis Java kepada siswa dan lulusan SMK serta mahasiswa/i. Program ini juga akan menyiapkan developer untuk mengikuti ujian sertifikasi Google (AAD dan MWS). Untuk memberikan pelatihan tersebut, kami menggandeng Dicoding sebagai Google Authorized Training Partner di Indonesia. 
 Dengan bangga, kami mengundang developer se-Indonesia untuk berpartisipasi dalam program ini, baik sebagai peserta ataupun fasilitator. 

Sedangkan untuk fasilitator, terbuka kesempatan bagi 40 orang developer yang memenuhi kriteria seleksi untuk mendaftar dan bergabung menjadi Fasilitator GDK 2019.

Sesuai dengan namanya, “Kejar,” atau singkatan dari “Kelompok Belajar,” program ini berbasis pada komunitas. 

Peserta akan belajar baik secara online/daring. Juga offline/tatap muka dengan bantuan mentoring berkelompok bersama fasilitator di kota terdekat.  

Ada 10 kota yang menjadi cakupan wilayah GDK 2019, yaitu Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Malang, Medan, Semarang, Batam, dan Denpasar. 

Kesempatan ini terbuka seluas-luasnya bagi seluruh developer dari seluruh wilayah di Indonesia  untuk mendaftar, tidak terbatas pada kota-kota di atas. Peserta terpilih di luar kota-kota tersebut akan belajar sepenuhnya secara online.

Jadilah bagian dari program ini dan mari kita “Maju Rame-rame” untuk Indonesia. 

Detail kriteria dan tautan untuk mendaftar, tersedia di halaman https://events.withgoogle.com/googledeveloperskejar/. 

Tuesday, June 25, 2019

Yeay kembali dibuka, Beasiswa Gratis dari Google 2019 untuk Dosen dan Mahasiswa.

Yeay kembali dibuka, Beasiswa Gratis dari Google 2019 untuk Dosen dan Mahasiswa.

Ekonomi digital menentukan kemajuan Indonesia di masa yang akan datang. Nilainya tahun 2018 telah mencapai angka 27 miliar dollar AS atau sekitar Rp 391 triliun. Ekonomi digital diprediksi akan tumbuh empat kali lipat pada tahun 2025 hingga mencapai angka 100 miliar dollar AS atau setara Rp 1.448 triliun (Data Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia oleh Google-Temasek, Oktober 2018).
Pertumbuhan yang pesat berdampak pada kebutuhan talenta digital. Di tahun 2030, agar Indonesia siap menjadi e-economy, dibutuhkan sebanyak 17 juta human talents yang melek teknologi. (Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian RI). Tak dapat dipungkiri bahwa di antara profesi yang paling dibutuhkan saat ini, Android Developer, salah satunya. (LinkedIn Emerging Jobs Report: Indonesia 2018). 

Untuk memenuhi kebutuhan Indonesia akan Android developer yang kompeten, Google percaya bahwa pendidikan dan pelatihan adalah kunci. 

Tahun ini Google kembali berkomitmen memberikan beasiswa bagi dosen dan mahasiswa untuk belajar Android. Beasiswa ini adalah kelanjutan dari program 2018 lalu yang sukses mendukung lebih dari 1,000 dosen dan mahasiswa. 

Program Beasiswa Google 2019 ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan kami agar kampus-kampus di Indonesia dapat mencetak lulusan berstandar global yang kompeten dan siap berkarir sebagai Android developer profesional. Untuk memberikan pelatihan tersebut, kami kembali menggandeng Dicoding sebagai Google Authorized Training Partner di Indonesia.
Kami mengundang dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi Bapak Ibu dosen di seluruh Indonesia untuk mendaftar. 

Dosen yang memenuhi kriteria, berkesempatan mengikuti Kelas Menjadi Android Developer Expert secara penuh sehingga siap mengikuti Sertifikasi berstandar global - Associate Android Developer. Dosen terpilih juga berkesempatan memberi rekomendasi (referral) bagi para mahasiswanya untuk mengikuti kelas Belajar Membuat Aplikasi Android untuk Pemula. Kedua kelas online berbahasa Indonesia ini difasilitasi oleh Dicoding. 

Kami berharap bahwa program ini dapat memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan talenta dan ekonomi digital Indonesia. 
Jadilah bagian dari program ini dan mari kita “Maju Rame-rame” untuk Indonesia. 

Detail kriteria dan tautan untuk mendaftar, tersedia di laman https://www.dicoding.com/scholarships/google.

Wednesday, October 24, 2018

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Native Ad

Native Ad adalah hal besar berikutnya dalam mobile advertising dengan diperkirakan pengeluaran native ads akan tumbuh menjadi $21 miliar di tahun 2018. Ini adalah kesempatan yang sangat potensial bagi developer aplikasi, namun bagaimana Anda bisa menggunakan native ad untuk membantu meningkatkan UX dan memonetisasi aplikasi? Inilah gambaran singkat tentang native ad, dan cara memulainya.

Apa yang dimaksud dengan Native Ad?
Native Ad menyesuaikan dengan bentuk dan fungsi pengalaman pengguna di tempat pemasangannya. Native ad ini juga menyesuaikan dengan desain visual aplikasi tempat pemasangannya. Native ad meningkatkan pengalaman pengguna dengan memberikan value melalui iklan relevan yang mengalir di dalam konteks materi aplikasi sekitarnya. Sederhananya; native ad pas di mana saja.



Native ad bukanlah hal baru.
Sejak zaman keemasan radio nirkabel dan surat kabar harian, pengiklan telah mencari cara-cara inovatif untuk menyesuaikan brand dan pesan mereka dengan tempat penyajiannya kepada konsumen. Dalam dunia periklanan digital, Google adalah salah satu pengiklan "native" pertama, yang mengembangkan iklan search yang langsung menyesuaikan dengan informasi pada laman search result.

Namun saat ini, konsumen ada di mana-mana.
Dan kita sudah harus beradaptasi; memberikan konten berkualitas tinggi yang bisa menyesuaikan diri dengan berbagai layar dan ukuran. Misalnya, situs yang dioptimalkan untuk handphone kini memiliki tombol serta font besar dan aplikasi mobile memungkinkan pengguna scroll ke atas dan ke bawah atau ke kiri dan kanan, daripada harus mengklik laman yang ingin mereka lihat. Native ad juga memahami bahwa user experience sangat penting agar iklan berhasil.

Konten sudah berkembang, dan iklan kita harus menyesuaikan diri.
Orang tidak suka jika pengalaman aplikasi mereka disisihkan oleh iklan jelek yang mengganggu. Native ad menawarkan solusi sederhana: iklan yang sesuai dengan bentuk dan fungsi dari konten developer. Kami membantu Anda membuat iklan yang indah dan menarik, sehingga konsumen tetap merasa nyaman.

Native ad bersifat kohesif.
Iklan ini tidak mencolok. Iklan dibuat agar sesuai dengan tampilan dan fungsi aplikasi, serta konsisten dengan perilaku platform, sehingga konsumen merasa seolah-olah iklan benar-benar sesuai dengan content experience mereka. Dengan kata lain - ini adalah iklan yang memperhatikan pengalaman pengguna.

Cara memulai - Dalam 5 langkah mudah:
  1. Masuk ke akun AdMob Anda di https://apps.admob.com
  2. Klik tab Monetize/All apps/+ new ad unit/Native
  3. Pilih dari berbagai ukuran,  template dan tipe iklan
  4. Sesuaikan iklan agar cocok dengan UI aplikasi Anda 

Tulis beberapa baris kode dalam aplikasi Anda untuk meminta periklanan artikel yang baru. Sangat mudah!
Untuk informasi selengkapnya tentang membuat native ad, periksa pusat bantuan kami atau masuk di sini.

Firebase Bisa Membantu Anda Mendapatkan Uang

Apakah Anda developer yang sedang membangun aplikasi menarik berikutnya? Apakah Anda ingin lebih tajam dalam menganalisis aplikasi dan penggunanya, sehingga bisa memonetisasi tanpa mengganggu user experience secara keseluruhan? Kalau begitu, solusinya ada di sini!
Selain menjawab semua pertanyaan ini, solusinya juga tersedia di sini: Firebase. Firebase bisa membantu Anda membangun aplikasi, memahami dan menumbuhkan user base, serta menautkannya dengan AdMob untuk membantu monetisasi yang lebih baik.


Mengembangkan aplikasi Anda
Firebase bisa menyediakan Realtime Database, Authentication, Cloud Messaging, Storage, Hosting dan Crash Reporting untuk membantu Anda dalam mengembangkan aplikasi. Lupakan tentang infrastruktur - Anda bisa berfokus pada pembangunan aplikasi dan menyerahkan pengoperasiannya kepada Firebase.

Analisa pengguna Anda
Bagian inti Firebase adalah solusi analitik yang 100% gratis dan khusus dibangun untuk aplikasi mobile. Dengan reporting tak terbatas hingga 500 events, Anda bisa menyiapkan berbagai pengukuran agar bisa mengetahui secara persis apa yang dilakukan user pada aplikasi, bagaimana mereka berinteraksi dengan aplikasi, dan apa yang paling mereka sukai dari aplikasi Anda. Dengan data ini, Anda bisa berfokus pada upaya menampilkan fitur-fitur terbaik, sekaligus meningkatkan fitur baru yang dibutuhkan.

Tingkatkan pengguna Anda
Setelah aplikasi diluncurkan, Firebase bisa membantu Anda meningkatkan dan engage kembali pengguna dengan fitur-fitur pertumbuhan yang kuat. Dengan menggunakan konsol Firebase Notifications, Anda bisa engage kembali para pengguna, mengadakan marketing campaigns, dan menargetkan pesan ke Audiences di Firebase Analytics. Dynamic Links bisa mempertahankan proses pemasangan aplikasi dan membawa pengguna ke konten yang relevan, baik untuk pengguna baru maupun yang sudah lama. Ada juga fitur Firebase Invites, solusi istimewa untuk app referrals dan berbagi, sehingga pengguna Anda saat ini bisa dengan mudah berbagi aplikasi atau konten favorit dalam aplikasi, lewat email atau SMS. Terakhir, Firebase juga bisa melacak pemasangan aplikasi AdWords Anda dan melaporkan lifetime value ke dasbor Firebase Analytics, dan Firebase Audiences juga bisa digunakan dalam AdWords untuk engage kembali pengguna spesifik. Misalnya, in-app events bisa didefinisikan sebagai konversi di AdWords, untuk mengoptimalkan iklan Anda secara otomatis.

Monetisasi produk Anda
Dengan AdMob dari Google, Firebase juga bisa membantu Anda memonetisasi aplikasi dengan menautkan Firebase Analytics dengan monetisasi. Dengan menggabungkan kedua produk ini, Anda mendapatkan wawasan mendalam tentang usage data, yang nanti bisa digunakan untuk mengoptimalkan user experience dan memonetisasi aplikasi Anda. Apakah pengguna Anda mengalami kesulitan dalam menyelesaikan level tertentu? Bantulah progress mereka dengan Rewarded Video. Apakah mereka menelusuri kontent secara terus menerus di aplikasi Anda? Bantulah mereka menemukan aplikasi menarik lain dengan Native Express. Apakah segelintir pengguna banyak mengeluarkan biaya di IAP dan Anda ingin pengalaman mereka bebas dari iklan? Segmentasikan mereka dengan Firebase, dan kecualikan mereka dari iklan.

Tuesday, October 23, 2018

Preloading Interstitial Ads AdMob

Dalam topik hari ini, kita akan mempelajari bagaimana Anda bisa tetap mematuhi kebijakan AdMob ketika menggunakan format iklan interstitial AdMob. Jika Anda pernah menerima pesan kebijakan untuk "Layout encourages accidental clicks - Interstitial Ads", atau pernah mengalami masalah dalam menerapkan interstitial yang memicu tepat pada waktunya, silakan baca terus untuk mengetahui praktik terbaik kami.

Layout aplikasi yang mendorong klik yang tidak disengaja merupakan masalah kebijakan umum bagi publishers. Ketika menerapkan iklan interstitial di dalam aplikasi mobile, mungkin ada sedikit keterlambatan dalam hal kapan iklan akan terpicu setelah pengguna memilih sebuah tindakan. Pada contoh di bawah ini kita bisa melihat bahwa iklan interstitial muncul tiba-tiba dengan keterlambatan di layar kedua setelah halaman itu selesai dimuat. 
Keterlambatan ini bisa terjadi karena latensi operator ketika meminta iklan pengantara.

Latensi Operator menyebabkan keterlambatan dalam iklan interstitial


Pre-loading iklan interstitial akan memungkinkan Anda untuk menghindari latensi ketika iklan ditampilkan kepada pengguna.
Dalam contoh yang sudah diperbaiki ini, pengguna sekarang mengeklik tombol transisi dan iklan interstitial segera ditampilkan begitu action terjadi. 

Begitu pengguna menutup iklan interstitial, iklan tersebut sudah akan berada di halaman yang dimuat berikutnya.
Pre-loading iklan intersitial untuk dipicu pada saat tindakan dilakukan


Untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara memuat dahulu iklan interstitial, silakan ikuti panduan developer Iklan Interstitial AdMob untuk aplikasi yang dikembangkan bagi Android dan iOS.

Menerapkan iklan tersebut dengan cara yang benar adalah lebih baik bagi pengguna, pengiklan, dan untuk Anda sendiri. Kebijakan AdMob dirancang untuk menciptakan pengalaman pengguna yang positif.

Gunakan Splash Screen untuk mencegah Interstitial Ads yang tak terduga

Dalam tulisan ini, kita akan membahas cara mudah untuk mencegah pelanggaran kebijakan kami dalam interstitial ads yang diluncurkan secara tak terduga (Layout Mendorong Klik Tak Sengaja - Peluncuran Tak Terduga Interstitial Ads): menerapkan splah page (Memuat/Layar Judul) di aplikasi Anda. Splash page adalah laman statis, berisi materi yang tidak bisa diklik, yang diluncurkan sebelum pengguna sampai ke 'Layar Utama' aplikasi Anda.

Pertama, kita akan membahas pelanggaran itu sendiri. Jika Anda memilih untuk menayangkan interstitial ads di aplikasi, Anda harus memastikan bahwa implementasi Anda tidak mendorong pengguna untuk mengekliknya tanpa sengaja. Contoh pelanggaran implementasi bisa dilihat di bawah ini:


Dalam contoh di tas, interstitial ad diluncurkan saat pengguna diam pada 'Layar Utama' aplikasi. Implementasi ini melanggar kebijakan kami, karena periklanan pengantara hanya boleh diterapkan pada jeda yang logis di antara materi aplikasi. Cara memperbaiki pelanggaran ini, tanpa membuang interstitial ad adalah dengan mengimplementasikan laman pembuka yang diluncurkan bersama layar pertama aplikasi, sebelum 'Layar Utama'. Laman ini akan ditaampilkan ketika interstitial ad di-pramuat. Maka interstitial ad harus diluncurkan dalam transisi antara layar pembuka dan ‘Layar Utama’. Anda bisa menemukan contoh implementasi yang benar di bawah ini:


ketika pengguna menutup interstitial ad, mereka akan melihat ‘Layar Utama’ aplikasi.
Sekarang pengguna akan melihat materi sedang dimuat, mereka tidak didorong untuk tanpa sengaja mengklik interstitial ad ketika diluncurkan. Kemudian, ketika pengguna menutup interstitial ad  mereka akan melihat ‘Layar Utama’ aplikasi.

CATATAN: Ketika pengguna menutup interstitial ad, iklan tersebut harus ditampilkan dalam layar baru. Periklanan pengantara hanya diimplementasikan pada jeda di antara materi aplikasi, sehingga laman pembuka tidak boleh ada ketika pengguna menutup iklan. Itu akan menjadi pelanggaran kebijakan.

Untuk memicu interstitial ad pada waktu yang tepat, Anda mungkin perlu dipreload. Anda bisa menemukan informasi selengkapnya tentang mem-preload interstitial ad di sini. Seperti telah dijelaskan, sebagai developer aplikasi, desain laman pembuka bisa Anda tentukan sendiri. Satu-satunya persyaratan adalah layar tidak boleh berisi elemen apa pun yang bisa mendorong pengguna untuk tanpa sengaja mengeklik interstitial ad ketika diluncurkan.

Monday, October 22, 2018

AdMob baru yang didesain ulang dengan berbagai alat baru untuk mempermudah mendapatkan uang

Waktu yang sibuk di Mountain View berhubung lebih dari 7.000 developer telah bergabung dengan kami di Shoreline Amphitheater demi Google I/O tahun ini. Kami telah membuat banyak pengumuman produk namun saya begitu antusias dengan yang satu ini — AdMob yang baru didesain ulang!


Banyak dari Anda yang mengandalkan penghasilan dari iklan di aplikasi — kenyataannya, lebih dari 1 juta aplikasi kini menggunakan AdMob untuk menghasilkan uang di iOS dan Android. Dan sampai kini, kami telah membayar lebih dari $3,5 miliar dolar kepada developer seperti Anda. Namun kami tahu bisa berbuat lebih banyak lagi untuk membantu Anda agar sukses. Jadi kami membangun ulang platform AdMob dari nol untuk membantu Anda membangun bisnis yang menguntungkan dengan lebih cepat dan agar tetap untung ketika Anda mengubah skalanya.

Mudah digunakan berkat user interface baru

Waktu Anda berharga dan kami ingin Anda menggunakannya untuk mengembangkan bisnis, bukan menyusuri layar-layar kami. Dengan AdMob baru, segala hal mulai dari navigasi hingga dasbor telah dipersiapkan bagi aplikasi Anda. Berbagai alat dan fitur yang paling dibutuhkan langsung tersedia di hadapan Anda. Kami juga telah menerapkan Material Design di semua bagian platform AdMob agar pengalaman Anda menjadi lebih intuitif dan produktif di setiap langkah.

Saat memasuki pengalaman baru ini, Anda akan melihat antarmuka efisien yang menampilkan tren growth  dan memberi Anda ringkasan tentang cara kerja aplikasi. Punya satu atau lima puluh aplikasi, app picker baru akan membantu Anda dengan gegas menjajal pengalaman AdMob baru. Selain itu, kami telah menambahkan dasbor yang disederhanakan dengan uraian lengkap mengenai pendapatan Anda. Dari sini Anda bisa melihat bagaimana dampak iklan terhadap metrik penting seperti lifetime value, engagement, dan retensi untuk setiap aplikasi.


Insights lebih dalam melalui integrasi dengan Firebase

Kami tahu bahwa Anda punya banyak pilihan dalam hal menghasilkan uang untuk aplikasi bisnis. Apakah Anda memutuskan penggunaan in-app purchases, subscription, ads, atau commerce, kami tahu betapa berharganya tampilan holistik bagi pengambilan keputusan dan pemantauan perubahan monetisasi yang kecil sekalipun bisa mempengaruhi pengalaman pengguna. Mengompilasi semua data ini secara historis memerlukan banyak tools serta banyak menghabiskan waktu dan umumnya mustahil. Jadi kami menyediakan analitik komprehensif yang siap digunakan melalui integrasi dengan Google Analytics for Firebase.

Dengan integrasi ini Anda bisa melihat pelaporan baru atas semua sumber pendapatan Anda dan menggali Firebase lebih dalam untuk mengetahui bagaimana pengaruhnya pada lifetime value dan user behaviour.

Untuk memulai, tautkan akun AdMob dan Firebase Anda dan perbarui ke versi terbaru SDK. Setelah ditautkan, Anda akan memiliki akses ke data pendapatan iklan yang mendetail dan wawasan pengguna seperti waktu yang dihabiskan di aplikasi dan pembelian dalam aplikasi—semua di satu tempat. Akun Firebase Anda kini bisa mengakses sinyal iklan dan AdMob bisa mengakses sinyal penggunaan aplikasi Anda untuk mendapatkan insights yang lebih mendalam. Dengan akses instan ke data pendapatan iklan yang detail plus consumer insights seperti session durations dan ad exposure, Anda tidak perlu lagi berurusan dengan spreadsheet yang tiada habisnya atau menebak-nebak sembarangan.


Dengan tampilan lifetime value yang lebih lengkap, Anda kini memiliki data yang dibutuhkan untuk membuat strategi monetisasi dengan penuh keyakinkan. Marcin Krakowiak, co-founder Byss Mobile, adalah seorang penggemarnya: “Membuat strategi monetisasi yang berkelanjutan telah menjadi fokus utama tim karena kami terus memperbanyak ragam portofolio aplikasi. Memiliki sumber data yang berarti dan terhubung akurat adalah kunci untuk mengembangkan strategi itu. Itulah yang dilakukan oleh integrasi baru antara Firebase dan AdMob. Kita akhirnya dapat menganalisis lifetime value untuk pembelian dalam aplikasi maupun iklan untuk menguji dan membuat strategi monetisasi yang lebih menguntungkan.”

Advanced controls untuk scale dengan Mediation Groups
Jika sudah menggunakan AdMob, Anda tahu bahwa mediation adalah cara bagus untuk memonetisasi berbagai ad networks. Baiklah, mediation akan lebih baik lagi dengan penambahan mediation groups.

Secara historis, Anda perlu mengonfigurasi mediation untuk setiap slot iklan dan geografi. Developer yang menggunakan mediation sering kali merasa proses ini amat sangat menyita waktu. Kami memperkenalkan medaition group di AdMob, agar semua ini jadi lebih mudah. Cukup persiapkan mediation sekali kemudian tetapkan grup itu ke unit iklan dan negara yang berbeda di semua bagian aplikasi Anda dalam satu langkah. Anda juga bisa membuat panggilan telepon ke jaringan luar hingga tiga kali dalam satu rantai mediation yang akan membantu Anda memaksimalkan pendapatan.



Kami berharap Anda akan memanfaatkan keuntungan mediation groups dan hal lain yang ditawarkan oleh platform AdMob yang telah didesain ulang — karena platform ini memang dibangun demi Anda! Kami di sini akan mendukung keberhasilan Anda sebagai developer aplikasi, dan kami benar-benar antusias untuk melihat Anda menggunakan berbagai alat baru ini untuk mengembangkan bisnis. Jadilah bagian dari jutaan aplikasi yang menggunakan AdMob dengan menerapkan alat monetisasi kami yang baru.

Sunday, October 21, 2018

Buat iklan Anda untuk iPhone X

Setiap interaksi yang dilakukan pengguna pada aplikasi Anda memiliki kesan tersendiri bagi mereka. Itulah sebabnya kami secara terus-menerus mengembangkan rekomendasi dan kebijakan periklanan kami untuk memastikan bahwa di mana pun dan apa pun perangkat yang digunakan pengguna untuk membuka aplikasi Anda, pengguna merasakan pengalaman yang berkesan.

Dengan diluncurkannya iPhone X, developer sekarang perlu mempertimbangkan rencana desain baru karena sudut yang membulat, tekukan ke dalam, dan indikator layar utama pada layar yang diperluas bisa menghalangi konten dan menyebabkan pengalaman iklan yang buruk bagi pengguna saat iklan ditempatkan di area ini.

Itulah sebabnya kami membuat panduan untuk membantu Anda menyesuaikan strategi iklan bagi iPhone X. Ini mencakup panduan tentang bagaimana Anda bisa mengalihkan penempatan banner atau iklan bawaan ke "area aman" yang ditunjuk pada perangkat baru ini.

Kami juga mengupdate kebijakan kami untuk menunjukkan bahwa iklan tidak boleh ditempatkan di area yang menyebabkan objek dapat mengganggu interaksi khusus pengguna dengan iklan atau aplikasi, seperti di bawah indikator layar utama pada iPhone X.

Harap tinjau ulasan update kebijakan ini dan panduan implementasi yang disarankan untuk memastikan Anda memenuhi semua persyaratan per tanggal 20 November.

Saturday, October 20, 2018

Cara baru untuk memonetisasi AdMob

Memperkenalkan Open Bidding, cara baru untuk memonetisasi


Di AdMob, kami berdedikasi untuk membangun fitur sederhana dan canggih yang bisa membantu developer memperoleh pendapatan lebih banyak dari aplikasi mereka. Itulah sebabnya kami terus meningkatkan investasi kami dalam solusi monetisasi seperti grup mediasi dan pengoptimalan jaringan iklan. Namun kami tidak berhenti di situ.
Minggu lalu, kami mengumumkan Open Bidding versi beta tertutup -- cara baru bagi Anda untuk meningkatkan pendapatan dengan memaksimalkan nilai yang Anda dapatkan dari berbagai mitra iklan. Hari ini, kami membagikan lebih banyak detail tentang bagaimana Open Bidding bekerja dan mengapa developer serta mitra industri kami sangat tertarik.
Memperoleh pendapatan lebih banyak dengan harga real-time
Katakanlah Anda menjual rumah. Apakah Anda menjualnya kepada orang pertama berdasarkan antrian penawaran mereka atau apakah Anda akan mengumpulkan semua penawaran secara bersamaan dan menjualnya kepada penawar tertinggi? Anda harus melakukan hal yang sama dengan iklan di aplikasi Anda.
Open Bidding memungkinkan sumber iklan menawar pada setiap tayangan secara real time. Tidak seperti mediasi tradisional yang menggunakan data historis untuk memprioritaskan jaringan dan memanggilnya satu per satu, Open Bidding memanggil semua jaringan yang berpartisipasi secara bersamaan, sehingga memungkinkan mereka untuk bersaing bersama-sama dalam satu pelelangan terpadu. Untuk setiap tayangan, pemenang adalah pengiklan yang membayar paling tinggi karena semua jaringan mendapatkan prioritas yang sama (termasuk Google).
Sangat sederhana–Anda menang ketika lebih banyak pengiklan bersaing untuk mendapatkan perhatian pengguna pada saat yang bersamaan.


Memaksimalkan permintaan dari pengiklan real-time Google

Open Bidding didukung oleh teknologi yang sama seperti yang digunakan penayang terkemuka di dunia pada platform DoubleClick Google. Selama lebih dari sepuluh tahun, DoubleClick telah menghubungkan penayang ini dengan ribuan pengiklan yang ingin membeli spot iklan secara real-time dalam berbagai format. Open Bidding menghadirkan keunggulan penuh teknologi ini ke AdMob untuk membantu Anda meningkatkan pendapatan dengan memungkinkan semua jaringan dan pengiklan real-time pada semua sumber permintaan Google bersaing dalam sebuah lelang terpadu.

Menyederhanakan operasi dan meminimalkan sumber daya pengembangan

Anda bukan hanya bisa memperoleh pendapatan lebih banyak dengan Open Bidding, tetapi Anda juga dapat meminimalkan tugas-tugas yang membosankan seperti mengupdate CPM, mengintegrasikan beberapa SDK, dan mengelola siklus billing. Beginilah cara Open Bidding bekerja untuk menjaga bisnis Anda berjalan lancar:
  • CPM real-time: Lupakan mengupdate CPM secara manual. Open Bidding memanfaatkan data CPM real-time langsung dari mitra permintaan sehingga Anda bisa menghemat waktu, menghasilkan lebih banyak uang, dan meminimalkan kesalahan fatal. 
  • Penagihan & pembayaran yang disederhanakan: Tidak seperti solusi lain, kami menunjukkan kepada Anda bagaimana status beragam mitra dalam satu dasbor terpusat dan kami menggabungkan pembayaran dari beberapa mitra sehingga mengurangi kekhawatiran Anda. 
  • Lebih sedikit SDK: Anda sekarang memiliki opsi untuk mengakses permintaan dari mitra yang berpartisipasi tanpa menambahkan SDK baru ke aplikasi -- yang Anda butuhkan hanyalah Google Mobile Ads (GMA) SDK.

Developer dalam versi beta tertutup sudah melihat manfaatnya:
“Salah satu tantangan terbesar dalam monetisasi adalah mengelola fluktuasi harian CPM, ketika bekerja dengan jaringan yang berbeda. Kami sangat senang berpartisipasi dalam Open Bidding karena memungkinkan kami mencapai CPM tertinggi per permintaan, sehingga mengoptimalkan pendapatan dan tidak menyisakan uang di atas meja.”  
—Roy Tzayag, Head of Monetization, Ilyon Dynamics
Open Bidding sudah berjalan saat ini dengan tawaran dari Smaato, Index Exchange dan OpenX. Ketika industri iklan seluler merangkul pelelangan real-time untuk mendapatkan akses lebih baik ke properti berharga Anda, kami berharap bisa mengintegrasikan lebih banyak jaringan, termasuk AdColony, dalam beberapa bulan mendatang.
Ingin menguji Open Bidding? Hubungi AdMob Account Manager Anda untuk mendaftar versi beta tertutup ini.