Showing posts with label Admob. Show all posts
Showing posts with label Admob. Show all posts

Friday, January 10, 2020

Aplikasi Hamilton yang dibuat dalam 3 bulan dengan Flutter meraih lebih dari 1 juta penginstalan [Video]

Aslinya diposting pada Flutter Medium oleh Martin Aguinis


Hamilton dan Posse, agensi desain dan pengembangan di New York, hanya membutuhkan tiga bulan untuk mengembangkan dan meluncurkan aplikasi seluler bagi acara Broadway yang sedang hit. Bagaimana mereka melakukannya? Menggunakan Flutter, framework UI seluler Google yang baru.

Menjangkau jutaan pengguna — dengan setengah juta pengguna aktif bulanan yang luar biasa dan dipublikasikan di App Store dan Google Play— aplikasi memungkinkan penggemar memasukkan lotre tiket, membeli merchandise, bermain trivia, berfoto selfie dengan #HamCam, membaca berita dan interviu terupdate, dan banyak lagi.

Tonton studi kasus video ini untuk melihat bagaimana Flutter terus membantu aplikasi seperti Hamilton agar berhasil di iOS dan Android. Anda bisa membaca detail selengkapnya tentang pengembangan aplikasi ini pada entri blog Posse.

Flutter gratis dan open source. Mulai sekarang di flutter.io. Kami tak sabar ingin segera melihat kreasi Anda!

//developers-id.googleblog.com/2018/04/video-aplikasi-hamilton-yang-dibuat.html

Thursday, October 17, 2019

Di Android Google I/O 2019



Google I/O 2019
Salah satu hal paling menakjubkan tentang Google I/O adalah livestream/video dari acara ini. Sangat menyenangkan jika Anda bisa hadir langsung di acara ini, terutama karena kami dapat berbicara dengan Anda untuk mengetahui masalah atau pertanyaan yang Anda miliki. Tetapi tidak semua orang bisa mendapatkan tiket, bepergian, atau meninggalkan pekerjaan coding mereka. Jadi kami menyiarkan streaming langsung hampir semua konten dan memublikasikan rekaman semua sesi teknis untuk memastikan bahwa semua orang di mana saja bisa melihat presentasi dan mendapatkan highlight konferensi dan kondisi Android terkini.

Dalam beberapa tahun terakhir, tim produksi telah melakukan tugasnya dengan sangat baik sehingga video dapat langsung diposting segera setelah pembicaraan selesai. Dalam waktu dekat, mereka akan memposting rekaman lebih cepat dari presentasi yang sebenarnya, sehingga akan sangat membantu pembicara.

Namun masalah yang saya temukan dengan banyak konten video adalah... ada begitu banyak konten video. Jika saya tidak tahu persis apa yang saya cari di berbagai playlist YouTube, ini akan memakan waktu cukup lama untuk ditemukan, atau saya mungkin menyerah dan kembali menonton video kucing. (Mereka sangat imut, benar kan?)

Jadi saya pikir tahun ini saya akan mencoba mengelola playlist untuk developer Android, untuk mencoba mengategorikan apa yang kami sampaikan di konferensi untuk membantu Anda menemukan hal-hal yang mungkin ingin Anda tonton, dan menautkan konten terkait lainnya jika diperlukan. Mungkin saya terlambat masuk ke permainan ini, dengan I/O sudah dua bulan berlalu, tetapi mudah-mudahan hal ini masih berguna bagi penunda (atau bahkan penunda amatir) di antara Anda yang belum sempat menonton I/O.

Jika memang membantu, kita bisa mencoba melakukan ini di masa mendatang. Jika tidak, mungkin saya akan terus membuat playlist untuk hiburan saja; lagi pula, saya akan mengelola semua daftar video, lebih baik saya juga mengetahui di mana tempat menonton yang asyik sambil makan popcorn di masa mendatang.

Jadi inilah dia, Playlist Android I/O 2019 saya, sudah dikategorikan. Beberapa sesi muncul beberapa kali, karena kontennya tumpang tindih dengan kategori lain atau saya tidak bisa memutuskan. Beberapa sesi memiliki keterangan ketika saya merasa hal itu dibutuhkan, tetapi sebagian besar sesi sudah memiliki judul yang jelas.

Playlist
  • Semua Sesi Google I/O 2019Bagi developer yang bukan hanya membahas tentang Android
  • Android & Play di Google I/O 2019Semua sesi Android

Keynote
  • Google Keynote
  • Secara internal, kami menyebutnya Consumer Keynote
  • Developer Keynote
  • Highlight developer untuk Android… dan yang lainnya

Ringkasan
Biasanya, Anda menginginkan detail teknis dan lebih mendalam, tetapi sesi ringkasan membantu menjelaskan Gambaran Umum tentang apa yang terjadi, dan ke mana harus mencari kepingan-kepingan terperinci itu.

  • What’s New in AndroidSaya coba untuk tidak melewatkan yang satu ini, terutama karena pembicara bersama ini akan sangat marah jika saya melakukannya.
  • Kami mencoba memberikan gambaran yang sangat luas tentang sebagian besar hal yang harus diperhatikan developer dalam platform dan library Jetpack, lengkap dengan link ke pembicaraan terkait dan sumber daya lainnya.
  • What’s New in Android Development Tools
  • Ada banyak sesi Fitur (di bawah), tetapi sesi ini memberikan ringkasan luas tentang fitur-fitur baru.
  • What’s New in Google Play
  • Berbagai perubahan kebijakan dan fitur distribusi, seperti update dalam aplikasi.
lihat selengkapnya di sini https://developers-id.googleblog.com/2019/07/sekarang-di-android.html

Wednesday, October 16, 2019

Yang Baru di Android Q Untuk Teks

Ditulis oleh Florina Muntenescu, Android Developer Advocate

Menampilkan teks adalah tugas penting dalam sebagian besar aplikasi, jadi di Android Q kami terus menghadirkan fitur baru untuk meningkatkan kinerja dan mendukung kebutuhan Anda. Kami secara default menonaktifkan hyphenation, yang memungkinkan pembuatan jenis huruf menggunakan beberapa font atau jenis font, menampilkan daftar font yang terinstal pada perangkat, dan meningkatkan beberapa API penataan gaya teks yang paling sering digunakan.

Hyphenation secara default dinonaktifkan di Android Q dan AppCompat v1.1.0
Pengujian kinerja kami menunjukkan bahwa ketika hyphenation diaktifkan, 70% dari waktu yang dipakai untuk mengukur teks adalah pemrosesan hyphenation.



Hyphenation membutuhkan waktu hingga 70% untuk mengukur teks
Mengingat bahwa hyphenation sering kali tidak dibutuhkan untuk semua TextViews dalam aplikasi, dan karena dampaknya pada kinerja, kami memutuskan untuk menonaktifkan hyphenation secara default di Android Q dan AppCompat v1.1.0. Jika Anda ingin menggunakan hyphenation, Anda harus mengaktifkannya secara manual di aplikasi dengan menyetel frekuensi hyphenation ke normal. Anda bisa menyetelnya dengan beberapa cara:

Sebagai atribut TextAppearance dalam styles.xml:
<style name="MyTextAppearance" parent="TextAppearance.AppCompat">
    <item name="android:hyphenationFrequency">normal</item>
</style>
Sebagai atribut TextView:
<TextView android:hyphenationFrequency="normal" />
Langsung dalam kode:
textView.hyphenationFrequency = Layout.HYPHENATION_FREQUENCY_NORMAL
Cari tahu selengkapnya tentang cara kerja hyphenation dari pembahasan di Android Dev Summit 2018.

Menggunakan beberapa font khusus dalam TextView yang sama
Pertimbangkan tombol yang memadukan font khusus (Lato dalam contoh ini) dengan font ikon:



Tombol dengan ikon dan font Latin
Class Button hanya menerima satu instance jenis huruf yang akan ditetapkan pada teks. Pra-Android Q, Anda bisa membuat Typeface menggunakan satu jenis font. Android Q memungkinkan pembuatan jenis huruf dari beberapa jenis font dengan API baru, Typeface.CustomFallbackBuilder, yang memungkinkan penambahan hingga 64 jenis font per jenis huruf.

Contoh font ikon kami bisa diimplementasikan seperti ini:
button.typeface = Typeface.CustomFallbackBuilder(
    // add the Latin font
    FontFamily.Builder(
        Font.Builder(assets, "lato.ttf").build()
    ).build()
).addCustomFallback(
    // add the icon font
    FontFamily.Builder(
        Font.Builder(assets, "icon_font.ttf").build()
    ).build()
).build()
Saat membuat jenis font, pastikan Anda tidak memasukkan font dari jenis yang berbeda ke dalam objek jenis font yang sama atau model font yang sama ke dalam jenis font yang sama. Misalnya, memasukkan Lato, Kosugi, dan Material ke dalam jenis font yang sama akan menciptakan konfigurasi yang tidak valid, seperti halnya memasukkan dua font bold ke dalam jenis font yang sama.
Untuk menetapkan jenis font umum (serif, sans-serif, atau monospace) agar digunakan ketika teks dirender menggunakan font sistem, gunakan metode setSystemFallback() untuk menyetel font pengganti sistem:
Typeface.CustomFallbackBuilder(
    FontFamily.Builder(
       ...
    ).build()
).setSystemFallback("sans-serif")
.build() 

lihat sumber lengkap nya di https://developers-id.googleblog.com/2019/08/yang-baru-untuk-teks-di-android-q.html

Monday, July 15, 2019

Celestine Wenardy satu-satunya siswa dari Indonesia yang berhasil menjadi 20 besar Google Science Fair 2019



Celestine Wenardy (16 tahun) akan terbang ke San Fransisco pada bulan Juli mendatang untuk bersaing dengan 19 finalis Google Science Fair 2019 lainnya dan mempresentasikan proyeknya yang berjudul “Affordable Noninvasive Continuous Blood Glucose Concentration Monitoring via Interferometry and Thermal Technology”. Celestine akan bersaing dengan siswa berbakat dari 13 negara lain memperebutkan satu hadiah utama yaitu beasiswa pendidikan dari Google.org sebesar 50,000 USD atau kesempatan menjadi 1 dari 4 penerima beasiswa pendidikan sebesar 15,000 USD dari Lego Foundation, Virgin Galactic, Scientific America, dan National Geographic.

Menjadi satu-satunya finalis dari Indonesia di ajang Google Science Fair 2019, Celestine mengembangkan sebuah alat glukometer yang dapat mengukur konsentrasi kadar gula dalam darah tanpa harus melakukan pengambilan sampel darah. Glukometer ini bisa dibilang sangat akurat, mencapai koefisien determinasi 0,843 dengan harga sekitar $63. Lebih murah dibandingkan dengan glukometer invasif yang tersedia di pasar yang dapat mencapai $1.000.

Alat yang dikembangkan Celestine ini diharapkan dapat menjawab beberapa kendala isu diabetes yang ada di Indonesia karena diklaim lebih murah dari harga glukometer yang ada di pasaran, mudah untuk digunakan, dan dapat digunakan tanpa melakukan pengambilan sampel darah. Metode interferometri dan teknologi termal yang digunakan Celestine dalam pengukuran konsentrasi glukosa darah yang Ia kembangkan menjadi penting karena menyadari fakta bahwa tidak sedikit masyarakat Indonesia, khususnya di pedalaman, yang masih segan dengan jarum suntik. Metode ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat luas dalam mencegah atau mengobati penyakit yang dapat dideteksi melalui darah.


Jika berhasil dikembangkan dengan baik, alat glukometer ini diharapkan dapat menurunkan angka kasus diabetes (berdasarkan data WHO tahun 2017 mencapai 10 juta kasus), menekan angka kasus diabetes yang tidak terdeteksi (berdasarkan data WHO tahun 2017 lebih dari 70%), dan memangkas kerugian akibat diabetes (diperkirakan sekitar 200 juta tiap tahun).


Celestine merupakan satu dari sekian banyak talenta berbakat Indonesia yang memberikan kontribusi positif melalui sains dan teknologi untuk membantu menyelesaikan tantangan dunia. Celestine mengakui bahwa sebagai generasi millennials yang tumbuh di tengah-tengah perkembangan teknologi, Ia merasa beruntung karena dapat mengeksplorasi minat dan bakatnya di bidang sains dan kemanusiaan lebih luas lagi. Untuk itu, Ia mengajak seluruh anak muda untuk memanfaatkan sumber yang ada untuk membuat perubahan dan membantu sesama.

Selamat kepada Celestine dan mari beri dukungan agar dapat bersaing dengan top 20 finalis Google Science Fair 2019 lainnya.

https:// indonesia.googleblog com/2019/05/celestine-wenardy-satu-satunya-siswa 

Kini Pengguna Dapat Lebih Mengontrol Konten di Halaman Beranda dan Video Berikutnya

Bagi kami, menghubungkan pengguna ke konten yang mereka sukai adalah hal penting. Kami ingin membantu pengguna menemukan passion dan minat baru, seperti menemukan artis favorit baru, kreator baru yang dapat mereka ikuti channelnya, atau bahkan sekadar mencari resep masakan yang enak. Namun, tetap saja Andalah yang paling tahu jenis konten yang benar-benar ingin Anda tonton. Salah satu masukan yang sering kami terima dari pengguna adalah: mereka ingin bisa lebih mengontrol video yang muncul di halaman Beranda dan saran Video Berikutnya. Oleh karena itu, kami sekarang ingin memberikan kendali lebih kepada Anda. Berikut ini adalah tiga perubahan spesifik yang akan kami luncurkan dalam beberapa hari mendatang:

1. Eksplorasi topik dan video terkait di halaman Beranda dan Video berikutnya: Sekarang Anda dapat mengeksplorasi topik dan video terkait dengan lebih mudah. Misalnya video membuat roti, episode terbaru dari acara malam favorit Anda, atau genre musik favorit Anda, serta melihat lebih banyak konten lainnya yang Anda sukai di YouTube. Pilihan video yang Anda lihat didasarkan oleh saran yang telah Anda sesuaikan sendiri, supaya Anda bisa lebih cepat menemukan video yang dicari. Saran-saran tersebut bisa berupa video yang berkaitan dengan video yang sedang Anda tonton, video yang dipublikasikan oleh channel yang sedang Anda tonton, atau topik lainnya yang mungkin menarik minat Anda. Fitur baru ini dapat diakses di halaman beranda ketika Anda men-scroll layar ke atas, atau di bagian Video berikutnya saat Anda sedang menjelajahi video. Untuk saat ini fitur hanya tersedia bagi para pengguna login dalam bahasa Inggris di aplikasi YouTube untuk Android, dan akan tersedia untuk iOS, desktop, dan bahasa-bahasa lainnya dalam waktu dekat.


Eksplorasi topik di halaman Beranda


Eksplorasi topik di Video berikutnya

2. Hapus saran konten dari channel yang tidak ingin Anda tonton: Walaupun kami sudah sangat berupaya untuk menyarankan video yang mungkin dapat Anda nikmati, saran yang kami berikan mungkin saja tidak sesuai harapan. Oleh sebab itu, sekarang kami akan memberikan kontrol lebih banyak kepada Anda. Kami telah menyederhanakan proses jika Anda ingin berhenti melihat saran video dari suatu channel. Cukup ketuk menu tiga titik di sebelah video yang muncul di halaman Beranda atau Video berikutnya, kemudian ketuk “Jangan rekomendasikan channel”. Setelah itu, Anda akan berhenti menerima saran/rekomendasi video dari channel tersebut. Namun Anda masih bisa melihat video itu jika Anda subscribe ke channelnya, menelusuri video tersebut, atau mengunjungi halaman channel atau di tab Trending. Fitur ini telah diluncurkan secara global pada hari ini di aplikasi YouTube untuk Android dan iOS, dan akan tersedia untuk versi desktop dalam waktu dekat.


Menghapus saran dari channel

3. Pelajari lebih lanjut mengapa suatu video disarankan kepada Anda: Terkadang kami merekomendasikan video dari channel-channel yang belum pernah Anda tonton, berdasarkan video yang disukai dan telah ditonton oleh pengguna yang memiliki minat serupa dengan Anda. Ketika kami memberikan saran video berdasarkan hal tersebut, sekarang Anda akan melihat lebih banyak informasi dalam kotak kecil yang muncul di bawah video. Fungsi dari informasi ini adalah untuk menjelaskan mengapa video muncul di halaman beranda Anda, serta untuk memudahkan Anda menemukan video dari channel yang mungkin Anda sukai. Fitur baru ini telah diluncurkan secara global pada hari ini di aplikasi YouTube untuk iOS dan akan tersedia untuk Android serta desktop dalam waktu dekat.


Alasan mengapa Anda mungkin menyukai suatu video

Kami harap fitur-fitur baru ini dapat membantu Anda menjelajahi beragam konten yang luar biasa banyaknya di YouTube, serta memudahkan Anda menemukan berbagai video menarik untuk ditonton. Kami tunggu saran dan masukan Anda mengenai fitur-fitur baru ini.

https:// indonesia.googleblog com/2019/06/kini-pengguna-dapat-lebih-mengontrol_27 

Wednesday, June 26, 2019

Hadir Kembali Google Developers Kejar 2019 untuk Mencetak Android Developer di Indonesia



Google Developers Kejar 2019 merupakan salah satu inisiatif Google Developers untuk mencetak developer 

Android di Indonesia. 

Kami ingin mengasah kemampuan developer Indonesia dalam mengembangkan aplikasi Mobile Android Native dengan menggunakan standar Google dan Industri IT global.

Di tahun 2018, lebih dari 2.000 mobile dan web developer telah mendapatkan pelatihan bahasa pemrograman Kotlin Android dan Mobile Web. Google Developers Kejar (GDK) tahun ini merupakan lanjutan dari kesuksesan GDK sebelumnya.

Pada GDK 2019 ini, fokus kami adalah memberikan pelatihan pengembangan aplikasi Android berbasis Java kepada siswa dan lulusan SMK serta mahasiswa/i. Program ini juga akan menyiapkan developer untuk mengikuti ujian sertifikasi Google (AAD dan MWS). Untuk memberikan pelatihan tersebut, kami menggandeng Dicoding sebagai Google Authorized Training Partner di Indonesia. 
 Dengan bangga, kami mengundang developer se-Indonesia untuk berpartisipasi dalam program ini, baik sebagai peserta ataupun fasilitator. 

Sedangkan untuk fasilitator, terbuka kesempatan bagi 40 orang developer yang memenuhi kriteria seleksi untuk mendaftar dan bergabung menjadi Fasilitator GDK 2019.

Sesuai dengan namanya, “Kejar,” atau singkatan dari “Kelompok Belajar,” program ini berbasis pada komunitas. 

Peserta akan belajar baik secara online/daring. Juga offline/tatap muka dengan bantuan mentoring berkelompok bersama fasilitator di kota terdekat.  

Ada 10 kota yang menjadi cakupan wilayah GDK 2019, yaitu Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Malang, Medan, Semarang, Batam, dan Denpasar. 

Kesempatan ini terbuka seluas-luasnya bagi seluruh developer dari seluruh wilayah di Indonesia  untuk mendaftar, tidak terbatas pada kota-kota di atas. Peserta terpilih di luar kota-kota tersebut akan belajar sepenuhnya secara online.

Jadilah bagian dari program ini dan mari kita “Maju Rame-rame” untuk Indonesia. 

Detail kriteria dan tautan untuk mendaftar, tersedia di halaman https://events.withgoogle.com/googledeveloperskejar/. 

Tuesday, June 25, 2019

Yeay kembali dibuka, Beasiswa Gratis dari Google 2019 untuk Dosen dan Mahasiswa.

Yeay kembali dibuka, Beasiswa Gratis dari Google 2019 untuk Dosen dan Mahasiswa.

Ekonomi digital menentukan kemajuan Indonesia di masa yang akan datang. Nilainya tahun 2018 telah mencapai angka 27 miliar dollar AS atau sekitar Rp 391 triliun. Ekonomi digital diprediksi akan tumbuh empat kali lipat pada tahun 2025 hingga mencapai angka 100 miliar dollar AS atau setara Rp 1.448 triliun (Data Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia oleh Google-Temasek, Oktober 2018).
Pertumbuhan yang pesat berdampak pada kebutuhan talenta digital. Di tahun 2030, agar Indonesia siap menjadi e-economy, dibutuhkan sebanyak 17 juta human talents yang melek teknologi. (Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian RI). Tak dapat dipungkiri bahwa di antara profesi yang paling dibutuhkan saat ini, Android Developer, salah satunya. (LinkedIn Emerging Jobs Report: Indonesia 2018). 

Untuk memenuhi kebutuhan Indonesia akan Android developer yang kompeten, Google percaya bahwa pendidikan dan pelatihan adalah kunci. 

Tahun ini Google kembali berkomitmen memberikan beasiswa bagi dosen dan mahasiswa untuk belajar Android. Beasiswa ini adalah kelanjutan dari program 2018 lalu yang sukses mendukung lebih dari 1,000 dosen dan mahasiswa. 

Program Beasiswa Google 2019 ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan kami agar kampus-kampus di Indonesia dapat mencetak lulusan berstandar global yang kompeten dan siap berkarir sebagai Android developer profesional. Untuk memberikan pelatihan tersebut, kami kembali menggandeng Dicoding sebagai Google Authorized Training Partner di Indonesia.
Kami mengundang dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi Bapak Ibu dosen di seluruh Indonesia untuk mendaftar. 

Dosen yang memenuhi kriteria, berkesempatan mengikuti Kelas Menjadi Android Developer Expert secara penuh sehingga siap mengikuti Sertifikasi berstandar global - Associate Android Developer. Dosen terpilih juga berkesempatan memberi rekomendasi (referral) bagi para mahasiswanya untuk mengikuti kelas Belajar Membuat Aplikasi Android untuk Pemula. Kedua kelas online berbahasa Indonesia ini difasilitasi oleh Dicoding. 

Kami berharap bahwa program ini dapat memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan talenta dan ekonomi digital Indonesia. 
Jadilah bagian dari program ini dan mari kita “Maju Rame-rame” untuk Indonesia. 

Detail kriteria dan tautan untuk mendaftar, tersedia di laman https://www.dicoding.com/scholarships/google.