Showing posts with label NodeJs. Show all posts
Showing posts with label NodeJs. Show all posts

Friday, January 10, 2020

Aplikasi Hamilton yang dibuat dalam 3 bulan dengan Flutter meraih lebih dari 1 juta penginstalan [Video]

Aslinya diposting pada Flutter Medium oleh Martin Aguinis


Hamilton dan Posse, agensi desain dan pengembangan di New York, hanya membutuhkan tiga bulan untuk mengembangkan dan meluncurkan aplikasi seluler bagi acara Broadway yang sedang hit. Bagaimana mereka melakukannya? Menggunakan Flutter, framework UI seluler Google yang baru.

Menjangkau jutaan pengguna — dengan setengah juta pengguna aktif bulanan yang luar biasa dan dipublikasikan di App Store dan Google Play— aplikasi memungkinkan penggemar memasukkan lotre tiket, membeli merchandise, bermain trivia, berfoto selfie dengan #HamCam, membaca berita dan interviu terupdate, dan banyak lagi.

Tonton studi kasus video ini untuk melihat bagaimana Flutter terus membantu aplikasi seperti Hamilton agar berhasil di iOS dan Android. Anda bisa membaca detail selengkapnya tentang pengembangan aplikasi ini pada entri blog Posse.

Flutter gratis dan open source. Mulai sekarang di flutter.io. Kami tak sabar ingin segera melihat kreasi Anda!

//developers-id.googleblog.com/2018/04/video-aplikasi-hamilton-yang-dibuat.html

Monday, July 15, 2019

Kini Pengguna Dapat Lebih Mengontrol Konten di Halaman Beranda dan Video Berikutnya

Bagi kami, menghubungkan pengguna ke konten yang mereka sukai adalah hal penting. Kami ingin membantu pengguna menemukan passion dan minat baru, seperti menemukan artis favorit baru, kreator baru yang dapat mereka ikuti channelnya, atau bahkan sekadar mencari resep masakan yang enak. Namun, tetap saja Andalah yang paling tahu jenis konten yang benar-benar ingin Anda tonton. Salah satu masukan yang sering kami terima dari pengguna adalah: mereka ingin bisa lebih mengontrol video yang muncul di halaman Beranda dan saran Video Berikutnya. Oleh karena itu, kami sekarang ingin memberikan kendali lebih kepada Anda. Berikut ini adalah tiga perubahan spesifik yang akan kami luncurkan dalam beberapa hari mendatang:

1. Eksplorasi topik dan video terkait di halaman Beranda dan Video berikutnya: Sekarang Anda dapat mengeksplorasi topik dan video terkait dengan lebih mudah. Misalnya video membuat roti, episode terbaru dari acara malam favorit Anda, atau genre musik favorit Anda, serta melihat lebih banyak konten lainnya yang Anda sukai di YouTube. Pilihan video yang Anda lihat didasarkan oleh saran yang telah Anda sesuaikan sendiri, supaya Anda bisa lebih cepat menemukan video yang dicari. Saran-saran tersebut bisa berupa video yang berkaitan dengan video yang sedang Anda tonton, video yang dipublikasikan oleh channel yang sedang Anda tonton, atau topik lainnya yang mungkin menarik minat Anda. Fitur baru ini dapat diakses di halaman beranda ketika Anda men-scroll layar ke atas, atau di bagian Video berikutnya saat Anda sedang menjelajahi video. Untuk saat ini fitur hanya tersedia bagi para pengguna login dalam bahasa Inggris di aplikasi YouTube untuk Android, dan akan tersedia untuk iOS, desktop, dan bahasa-bahasa lainnya dalam waktu dekat.


Eksplorasi topik di halaman Beranda


Eksplorasi topik di Video berikutnya

2. Hapus saran konten dari channel yang tidak ingin Anda tonton: Walaupun kami sudah sangat berupaya untuk menyarankan video yang mungkin dapat Anda nikmati, saran yang kami berikan mungkin saja tidak sesuai harapan. Oleh sebab itu, sekarang kami akan memberikan kontrol lebih banyak kepada Anda. Kami telah menyederhanakan proses jika Anda ingin berhenti melihat saran video dari suatu channel. Cukup ketuk menu tiga titik di sebelah video yang muncul di halaman Beranda atau Video berikutnya, kemudian ketuk “Jangan rekomendasikan channel”. Setelah itu, Anda akan berhenti menerima saran/rekomendasi video dari channel tersebut. Namun Anda masih bisa melihat video itu jika Anda subscribe ke channelnya, menelusuri video tersebut, atau mengunjungi halaman channel atau di tab Trending. Fitur ini telah diluncurkan secara global pada hari ini di aplikasi YouTube untuk Android dan iOS, dan akan tersedia untuk versi desktop dalam waktu dekat.


Menghapus saran dari channel

3. Pelajari lebih lanjut mengapa suatu video disarankan kepada Anda: Terkadang kami merekomendasikan video dari channel-channel yang belum pernah Anda tonton, berdasarkan video yang disukai dan telah ditonton oleh pengguna yang memiliki minat serupa dengan Anda. Ketika kami memberikan saran video berdasarkan hal tersebut, sekarang Anda akan melihat lebih banyak informasi dalam kotak kecil yang muncul di bawah video. Fungsi dari informasi ini adalah untuk menjelaskan mengapa video muncul di halaman beranda Anda, serta untuk memudahkan Anda menemukan video dari channel yang mungkin Anda sukai. Fitur baru ini telah diluncurkan secara global pada hari ini di aplikasi YouTube untuk iOS dan akan tersedia untuk Android serta desktop dalam waktu dekat.


Alasan mengapa Anda mungkin menyukai suatu video

Kami harap fitur-fitur baru ini dapat membantu Anda menjelajahi beragam konten yang luar biasa banyaknya di YouTube, serta memudahkan Anda menemukan berbagai video menarik untuk ditonton. Kami tunggu saran dan masukan Anda mengenai fitur-fitur baru ini.

https:// indonesia.googleblog com/2019/06/kini-pengguna-dapat-lebih-mengontrol_27 

Wednesday, June 26, 2019

Hadir Kembali Google Developers Kejar 2019 untuk Mencetak Android Developer di Indonesia



Google Developers Kejar 2019 merupakan salah satu inisiatif Google Developers untuk mencetak developer 

Android di Indonesia. 

Kami ingin mengasah kemampuan developer Indonesia dalam mengembangkan aplikasi Mobile Android Native dengan menggunakan standar Google dan Industri IT global.

Di tahun 2018, lebih dari 2.000 mobile dan web developer telah mendapatkan pelatihan bahasa pemrograman Kotlin Android dan Mobile Web. Google Developers Kejar (GDK) tahun ini merupakan lanjutan dari kesuksesan GDK sebelumnya.

Pada GDK 2019 ini, fokus kami adalah memberikan pelatihan pengembangan aplikasi Android berbasis Java kepada siswa dan lulusan SMK serta mahasiswa/i. Program ini juga akan menyiapkan developer untuk mengikuti ujian sertifikasi Google (AAD dan MWS). Untuk memberikan pelatihan tersebut, kami menggandeng Dicoding sebagai Google Authorized Training Partner di Indonesia. 
 Dengan bangga, kami mengundang developer se-Indonesia untuk berpartisipasi dalam program ini, baik sebagai peserta ataupun fasilitator. 

Sedangkan untuk fasilitator, terbuka kesempatan bagi 40 orang developer yang memenuhi kriteria seleksi untuk mendaftar dan bergabung menjadi Fasilitator GDK 2019.

Sesuai dengan namanya, “Kejar,” atau singkatan dari “Kelompok Belajar,” program ini berbasis pada komunitas. 

Peserta akan belajar baik secara online/daring. Juga offline/tatap muka dengan bantuan mentoring berkelompok bersama fasilitator di kota terdekat.  

Ada 10 kota yang menjadi cakupan wilayah GDK 2019, yaitu Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Malang, Medan, Semarang, Batam, dan Denpasar. 

Kesempatan ini terbuka seluas-luasnya bagi seluruh developer dari seluruh wilayah di Indonesia  untuk mendaftar, tidak terbatas pada kota-kota di atas. Peserta terpilih di luar kota-kota tersebut akan belajar sepenuhnya secara online.

Jadilah bagian dari program ini dan mari kita “Maju Rame-rame” untuk Indonesia. 

Detail kriteria dan tautan untuk mendaftar, tersedia di halaman https://events.withgoogle.com/googledeveloperskejar/. 

Tuesday, June 25, 2019

Yeay kembali dibuka, Beasiswa Gratis dari Google 2019 untuk Dosen dan Mahasiswa.

Yeay kembali dibuka, Beasiswa Gratis dari Google 2019 untuk Dosen dan Mahasiswa.

Ekonomi digital menentukan kemajuan Indonesia di masa yang akan datang. Nilainya tahun 2018 telah mencapai angka 27 miliar dollar AS atau sekitar Rp 391 triliun. Ekonomi digital diprediksi akan tumbuh empat kali lipat pada tahun 2025 hingga mencapai angka 100 miliar dollar AS atau setara Rp 1.448 triliun (Data Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia oleh Google-Temasek, Oktober 2018).
Pertumbuhan yang pesat berdampak pada kebutuhan talenta digital. Di tahun 2030, agar Indonesia siap menjadi e-economy, dibutuhkan sebanyak 17 juta human talents yang melek teknologi. (Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian RI). Tak dapat dipungkiri bahwa di antara profesi yang paling dibutuhkan saat ini, Android Developer, salah satunya. (LinkedIn Emerging Jobs Report: Indonesia 2018). 

Untuk memenuhi kebutuhan Indonesia akan Android developer yang kompeten, Google percaya bahwa pendidikan dan pelatihan adalah kunci. 

Tahun ini Google kembali berkomitmen memberikan beasiswa bagi dosen dan mahasiswa untuk belajar Android. Beasiswa ini adalah kelanjutan dari program 2018 lalu yang sukses mendukung lebih dari 1,000 dosen dan mahasiswa. 

Program Beasiswa Google 2019 ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan kami agar kampus-kampus di Indonesia dapat mencetak lulusan berstandar global yang kompeten dan siap berkarir sebagai Android developer profesional. Untuk memberikan pelatihan tersebut, kami kembali menggandeng Dicoding sebagai Google Authorized Training Partner di Indonesia.
Kami mengundang dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi Bapak Ibu dosen di seluruh Indonesia untuk mendaftar. 

Dosen yang memenuhi kriteria, berkesempatan mengikuti Kelas Menjadi Android Developer Expert secara penuh sehingga siap mengikuti Sertifikasi berstandar global - Associate Android Developer. Dosen terpilih juga berkesempatan memberi rekomendasi (referral) bagi para mahasiswanya untuk mengikuti kelas Belajar Membuat Aplikasi Android untuk Pemula. Kedua kelas online berbahasa Indonesia ini difasilitasi oleh Dicoding. 

Kami berharap bahwa program ini dapat memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan talenta dan ekonomi digital Indonesia. 
Jadilah bagian dari program ini dan mari kita “Maju Rame-rame” untuk Indonesia. 

Detail kriteria dan tautan untuk mendaftar, tersedia di laman https://www.dicoding.com/scholarships/google.

Wednesday, October 17, 2018

Tutorial step by step install node js

Step by step install NodeJs

Untuk mengelola dan menyebarkan proyek fungsi cloud Firebase, antarmuka baris perintah Firebase harus diinstal pada mesin pengembangan. Di bawah ini adalah langkah-langkah untuk menyelesaikan pengaturan yang diperlukan.

Untuk menginstal Firebase CLI, NodeJS dan npm harus diinstal. Untuk menginstal Node.js dan npm, buka situs web Node Js dan unduh paket penginstal Windows Node.js, jalankan untuk mendapatkan panduan penyetelan dan klik berikutnya.


Terima lisensi dengan mencentang kotak centang dan klik berikutnya.


Pilih folder tujuan dan klik berikutnya.


Pilih cara fitur dipasang, jika Anda tidak memerlukan pintas dokumentasi, pilih opsi dari tarik-turun dan klik berikutnya.


Kemudian klik instal untuk menyelesaikan instalasi node.js dan npm.